Bahaya Merkuri dalam Produk Perawatan Kulit

Bahaya Merkuri dalam Produk Perawatan Kulit

BAHAYA MERKURI DALAM PRODUK PERAWATAN KULIT
BAHAYA MERKURI DALAM PRODUK PERAWATAN KULIT

Anda mungkin pernah mendengar  tentang merkuri dalam produk perawatan kulit. Kebanyakan menyadari bahwa merkuri berbahaya, tetapi banyak orang tidak menyadari bahwa itu kadang-kadang digunakan sebagai bahan aktif dalam krim pemutih kulit. Alasan utama bahwa merkuri digunakan dalam pelembab adalah sebagai “pencerah kulit” kulit.

Merkuri dapat bertindak sebagai zat pemutih, dan juga memiliki sifat pengawet tertentu (yang berarti dapat membantu memperpanjang umur simpan suatu produk). Ini juga merupakan bahan yang murah.

Kosmetik dengan kadar merkuri yang tinggi, paling sering dipasarkan sebagai krim pemutih kulit dan perawatan anti-penuaan yang menghilangkan bintik-bintik hitam,  dan garis-garis halus pemicu terjadinya keriput dalam waktu singkat. Remaja terkadang menggunakan produk ini sebagai perawatan jerawat. Padahal Ini merupakan racun yang dapat merusak kulit dan bahkan organ.

Merkuri adalah logam berat yang sangat beracun. Paparan merkuri dapat menyebabkan kerusakan ginjal, ruam kulit, perubahan warna kulit dan jaringan parut, serta pengurangan resistensi kulit terhadap infeksi. Efek lain termasuk kecemasan, depresi, psikosis dan kerusakan saraf yang dapat menyebabkan rasa sakit atau mati rasa di tangan, lengan, tungkai dan kaki.

Penggunaan merkuri pada kosmetik kini terbukti berbahaya dan dilarang di berbagai negara, sebab bahan kimia tersebut dapat dengan mudah diserap kulit dan masuk ke dalam aliran darah. Merkuri bersifat korosif pada kulit. Ini berarti mengoleskan merkuri pada kulit akan membuat lapisan kulit semakin menipis. Selain itu, merkuri juga berisiko mengganggu berbagai organ tubuh, seperti otak, jantung, ginjal, paru-paru, hingga sistem kekebalan tubuh. Masuknya merkuri ke dalam tubuh, dapat menyebabkan keracunan terhadap merkuri.

Penggunaan merkuri pada produk pemutih kulit juga memberi efek karsinogenik, yaitu kemungkinan dapat memicu kanker. Maka dari itu penggunaan produk pemutih kulit mengandung merkuri, juga dapat meningkatkan risiko terkena kanker kulit.

Baca Juga: Efek Penggunaan Emas Pada Wajah

Bagaimana Merkuri Berbahaya dalam Produk?

BAHAYA MERKURI DALAM PRODUK PERAWATAN KULIT

Ketika dioleskan, merkuri dikaitkan dengan perkembangan iritasi kulit, ruam, dan perubahan warna,  Jika diserap bahkan dapat menyebabkan keracunan merkuri dengan toksisitas pada ginjal dan sistem saraf. Risiko kesehatan ini tidak terbatas pada orang yang menggunakan produk kulit yang mengandung merkuri. Uap merkuri dapat masuk ke udara dan menyebabkan kerusakan pada orang lain dan bahkan hewan peliharaan. Orang juga dapat terpapar dengan menyentuh waslap atau kulit yang telah bersentuhan dengan salah satu produk ini.

Salah satu contoh yang menggambarkan potensi bahaya paparan merkuri selain dari kulit adalah dari penelitian tentang paparan merkuri selama kehamilan: Studi menunjukkan hubungan antara merkuri dan komplikasi kehamilan dan masalah perkembangan pada bayi. Bayi dan anak-anak khususnya beresiko terluka karena perkembangan otak dan sistem saraf mereka. Bayi baru lahir dapat terpapar merkuri melalui ASI.

Gejala Keracunan Merkuri Meliputi:

  1. Sakit kepala
  2. Insomnia
  3. Fungsi kognitif dan daya ingat menurun.
  4. Mengalami tremor
  5. Perubahan emosi.
  6. Hilang ingatan
  7. Gugup
  8. Kelelahan
  9. Gemetar
  10. Kesemutan / mati rasa di tangan atau kaki
  11. Gangguan sensori. Termasuk kemampuan melihat, mendengar, dan berbicara.
  12. Menurunnya kemampuan indera pera
  13. Menurunnya fungsi koordinasi tubuh.
  14. Atrofi otot.
  15. Gagal ginjal.

Sebagai konsumen, Anda pearl berhati-hati dalam menggunakan produk kosmetika. Jangan tergiur dengan hasil instan, yang ternyata berbahaya bagi kesehatan. Jangan mudah tergiur dengan iming-iming produk kosmetika pemutih kulit yang mengandung merkuri, hanya untuk mendapatkan kulit putih dalam sekejap. Produk kosmetika yang mengandung bahan berbahaya akan membawa dampak buruk terhadap kulit maupun kesehatan secara keseluruhan . Sebaiknya konsultasi dengan dokter atau dokter spesialis kulit untuk mengatasi permasalahan kulit Anda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *